Cuti tahunanku untuk periode 2006, sangatlah berguna sekali. Jangan Yanya kenapa ??Setiap harinya kegiatan selalu ada. Mulai dari urusan keluarga, kerjaan mama, juga anak-anak. Yang pasti full activities.
Pekarangan yang ada dibelakang rumah , kami tanami sayuran dan dipagari dengan bambu. Yang pasti setiap orang maupun binatang piaraan warga nggak bisa masuk.
Nemani mama mem formalin seorang nenek yang meninggal, sangatlah tak terlupakan , bayangin jarak menuju ketempat tersebut ± 4 km dan medan jalan yang rusak ( kereta kami mati sebanyak 4 kali ). Wahhhhh..mengerikan ...karena terjadi pada malam hari.....
Antar anak- anak ke pamela _ oppung michael & david......
Berhubung libur sekolah ....mereka berdua tinggal 2 hari disana....wahhhh...ini sangat membuatku rindu akan mereka......dan pertama kalinya mereka berdua sama oppung dan tulang nya. Mereka pulang dengan damai dan sehat-sehat.
Nemani mama urusan kerja ke Medan, terpakasa harus menginap di hotel.
Kenangan yang tak terlupakan mau nginap dihotel. Receptionist sepertinya mengira kami belum menikah, sehingga mereka minta surat nikah segala dan dari cara mereka menghandle , sepertinya kami nggak sanggup nginap di kamar yg paling bagus dan mahal. Ternyata kami check-in di room yang paling bagus/mahal dihotel tersebut ( salah satu hotel di jl. Sisingamangaraja-medan ). Pada malam hari kami istrahat dan menidurkannya.
Pagi hari bertemu dengan teman mama yang punya urusan yg sama ke Medan ( orang seribudolog – rs ). Naik mobil mereka pulang ke bus terminal amplas.
Terasa capek pulang dari medan ke p. Siantar lalu kembali ke desa bahtonang. Esoknya pergi lagi ke p. Siantar. Dan minginap salah satu hotel di P. Siantar .
Selesai urusan yang dimulai dari pagi – sore kami nggak mungkin pulang ke desa, terpaksa nginap di salah satu hotel sudut kota p. siantar.
Kami sangat damai meskipun anak-anak terpaksa kami tinggal dikampung bersama keluarga. Malam itu kami istrahat diiringi dengan music live yg dinyanyikan oleh para pengunjung. Kutoleh wajah mama yg sungguh terasa capek, malam ini juga kuberusaha menidurkannya.
Good bye my 14 days vacation. I am waiting 4 u net year.
Pekarangan yang ada dibelakang rumah , kami tanami sayuran dan dipagari dengan bambu. Yang pasti setiap orang maupun binatang piaraan warga nggak bisa masuk.
Nemani mama mem formalin seorang nenek yang meninggal, sangatlah tak terlupakan , bayangin jarak menuju ketempat tersebut ± 4 km dan medan jalan yang rusak ( kereta kami mati sebanyak 4 kali ). Wahhhhh..mengerikan ...karena terjadi pada malam hari.....
Antar anak- anak ke pamela _ oppung michael & david......
Berhubung libur sekolah ....mereka berdua tinggal 2 hari disana....wahhhh...ini sangat membuatku rindu akan mereka......dan pertama kalinya mereka berdua sama oppung dan tulang nya. Mereka pulang dengan damai dan sehat-sehat.
Nemani mama urusan kerja ke Medan, terpakasa harus menginap di hotel.
Kenangan yang tak terlupakan mau nginap dihotel. Receptionist sepertinya mengira kami belum menikah, sehingga mereka minta surat nikah segala dan dari cara mereka menghandle , sepertinya kami nggak sanggup nginap di kamar yg paling bagus dan mahal. Ternyata kami check-in di room yang paling bagus/mahal dihotel tersebut ( salah satu hotel di jl. Sisingamangaraja-medan ). Pada malam hari kami istrahat dan menidurkannya.
Pagi hari bertemu dengan teman mama yang punya urusan yg sama ke Medan ( orang seribudolog – rs ). Naik mobil mereka pulang ke bus terminal amplas.
Terasa capek pulang dari medan ke p. Siantar lalu kembali ke desa bahtonang. Esoknya pergi lagi ke p. Siantar. Dan minginap salah satu hotel di P. Siantar .
Selesai urusan yang dimulai dari pagi – sore kami nggak mungkin pulang ke desa, terpaksa nginap di salah satu hotel sudut kota p. siantar.
Kami sangat damai meskipun anak-anak terpaksa kami tinggal dikampung bersama keluarga. Malam itu kami istrahat diiringi dengan music live yg dinyanyikan oleh para pengunjung. Kutoleh wajah mama yg sungguh terasa capek, malam ini juga kuberusaha menidurkannya.
Good bye my 14 days vacation. I am waiting 4 u net year.
No comments:
Post a Comment